Toraja Utara- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) grebek pelaku judi Sabung Ayam di Langda, Kecamatan Sopai Kabupaten Toraja Utara Minggu, 31 Maret 2024). Alhasil, 35 terduga pelaku judi Sabung ayam ditangkap dan langsung digelandang ke Polda Sulsel guna menjalani proses hukum.

Dalam pengrebekan tersebut, puluhan Brimob dilibatkan. publik pun bertanya-tanya, keterlibatan Korps Brigade Mobile atau sering disingkat Korps Brimob . Diketahui, Brimob adalah kesatuan operasi khusus yang bersifat paramiliter milik Polri. Keterlibatan Brimob dalam pengrebekan tersebut dinilai operasi berlebihan atau sebut saja operasi terkesan brutal.
Pasalnya, pelaku-pelaku judi Sabung ayam tersebut saat ditangkap dinilai publik diperlakukan ala penjahat yang bisa membahayakan petugas.
Kronologi pengrebekan tersebut, awalnya resmob Polda bersama Brimob grebek TKP Sabung ayam pada Minggu, 31 Maret 2024, sekitar pukul 12.00 WITA.
Dari keterangan saksi AY (29) namanya enggan disebut, menerangkan bahwa awalnya suara tembakan meledak di beberapa titik, kemudian bunyi suara rentetan senjata kayak orang baku tembak…Kemudian polisi melakukan penangkapan dengan cara tak lasim dilihat seperti penangkapan pelaku judi lainnya.
“Viral, seperti di Vidio kita lihat. Pelaku yang ditangkap terkesan kayak tangkap penjahat yang membahayakan petugas. Tidak manusiawi. Contoh, Ne’ Kapala ditodong senjata dan dicekik, ada juga pelaku kepalanya kunci pake kaki ke tanah. Dan parahnya, ada tembakan (peluruh) dari atas ke bawah yang bisa saja membayakan orang (peluruh) orang lain. saat itu, di pelaku berlarian di pematang sawah,” kata AY di sekitar TKP usai sejumlah para pelaku yang ditangkap diseret ke mobil, (31/3).
Seorang Ibu RT Keguguran Diduga Akibat Suara Senjata
Dalam sejumlah pemberitaan di media, menyebutkan, seorang ibu Rumah Tangga (RT) berinisial FH iduga menderita keguguran usai dibentak oleh oknum petugas, dan kaget mendengar suara senjata di hadapannya saat itu.
“Anggota berpakaian Brimob membentak saya padahal sudah saya bilang kalau saya lagi cari anak. Tapi, anggota langsung meletupkan senjata dekat saya, itu mi bikin kaget, saya langsung mengalami pendarahan,” Demikian disampaikan oleh FH korban, dikutip dari Tribun Toraja.com (1/4).
Bahkan, FH mengaku mendapat omongan kasar petugas saat membentak dirinya.
Atas kejadian tersebut, konon, FH bersama keluarganya akan melaporkan kejadian yang membuat dirinya menderita keguguran. (Jois/gis)












