Toraja Utara- Mahasiswa KKN Universitas Atma Jaya Makassar inisial JN merasa dirinya bersama rekannya diperlakukan tak senonoh oleh kepala Lembang Ma’ Kuan Pare, Kecamatan Rantebuah, Andarias di Posko KKN beberapa hari lalu.
JN mengatakan, sejak mahasiswa Atma Jaya Makassar KKN, dirinya bersama sejumlah rekannya kerap diperlakukan tak senonoh oleh kepala lembang Andarias.
“Sebentar mau ketemu keluarga datang dari Makassar, terkait dengan itu (perlakuan tak senonoh) untuk melihat situasi dan kondisi di sini gitu. Iya betul (kejadian itu),” kata JN melalui sambungan telepon (31/8/2024).
Adapun kronologis peristiwa tersebut. “Awalnya pada tanggal 15 Agustus 2024. kami lagi ditugaskan di lapangan (persiapan HUT RI-67). Di situ pak lembangnya tiba-tiba mencolek bagian belakang saya,’’ ucap JN.
“Terus kejadian kedua kalinya, kami tidur di ruang tamu, rame-rame satu kelompok, terus pak lembang ini tiba-tiba datang, kita lagi bercanda, dia datang tepuk tubuh saya,” ujarnya.
“Kemudian, saat itu, saya berpapasan dengan Pak Lembang di atas rumah. Pak lembang lagi mengambil pakaian, terus saya masuk ke rumah, tiba-tiba sih Pak Lembang ini colek bagian pinggul saya,’’ terangnya.
“Saat itu juga, kita lagi melipat pakaian. Posisi Pak Lembang saat itu, dia suruh melipat pakaiannya dia. Sampai pakaian dalamnya kami lipat… Kami 6 orang melipat pakaian Pak Lembang. 4 cewek, 2 cowok,” ungkapnya.
Tak hanya itu, JN mengaku rekannya juga diperlakukan serupa oleh kepala lembang itu.
“Ada juga teman saya merasa jadi korbannya. Ini orangnya, kamu bicara,’’ ucap JN. “Halo Pak, saya atas nama JA (inisial). Saya juga salah satu korbannya waktu itu. Ndak wajar sekali Pak. Waktu itu, kita ada perayaan tujuh belasan Agustus Pak. Kita ramai-ramai. Saya lagi duduk di panggung. Ada teman-teman juga, ada warga-warga. Pak Lembang langsung datang. Mumpung ada kursi kosong, kami persilahkan, silahkan Pak, tiba-tiba Pak Lembang duduk di paha saya. Benar-benar tersentuh. Saat itu, saya langsung teriak syok. Dia langsung berdiri, tapi dia ketawa-ketawa cengegesan, ya begitu,’’ ungkap JA.
Dikonfirmasi, Kepala Lembang Ma’kuan Pare, Andarias menerangkan dirinya memang melakukan hal tersebut jelang pembukaan 17 Agustus di lapangan.
“Kalau saya begini Pak ya. Waktu itu tanggal 16 Agustus di Lapangan, waktu kami pembukaan di Lembang Ma’kun Pare. Nah, ini masalah sebenarnya sudah selesai karena dua mahasiswa sudah balik di lokasi. Kecuali dengan masalah JA dan JN (inisial) saya ndak tahu. Katanya keduanya mau balik ke sini. Dan itu, saya bilang begini, di situ kan ada Ibu Pendeta dan Pak Pendeta. Di situ juga ada proponen Pantekosta. Dan itu memang saya duduk, dan itu saya bawa bercanda. Ya kennak itu (pahanya). Dan saat itu, banyak orang di situ. Di atas panggung. Nah itu satu,” terang Andarias kepada Airterkini.com melalui sambungan telepon Senin, 2 September 2024.
“Ok-lah, saya mau bilang begini, kalau itu membuat kalian tersinggung, saya secara pribadi, saya minta maaf. Saya sudah sampaikan di hadapan mereka Pak. Saya mohon maaf terhadap JN dan JA yang waktu itu, merasa saya rugikan, itu sebenarnya saya bawa dalam bercanda. Saya bawa bercanda karena saya merasa akrab sekali. Semoga ini menjadi pembelajaran buat saya. Dan saat itu, permohonan maaf saya diterima,’’ ucap Andarias.
Menurut Andarias, usai dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada korban, poskoh KKN Mahasiwa Atma Jaya dipindakan di tempat lain.
“ Dua hari setelah saya minta maaf, poskoh mereka dipindahkan. Namanya Se’pon,’’ ujar Andarias. (Tim/gis)












