Toraja Utara– Meski menghabiskan anggaran Rp 80.000.000 (delapan puluh juta rupiah), Peluncuran Tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Toraja Utara terkesan berjalan apa adanya.
Bayangkan, kegiatan KPU terlaksana di Alun-alun Kota Rantepao, mulai pukul 19.00 WITA, Jumat 14 Juni 2024 suasananya remang-remang karena minim pencahayaan.
Bahkan dua tenda terowongan yang disiapkan KPU untuk para tamu undangan, satu diantaranya tak memiliki lampu penerangan. Sehingga membuat para tamu undangan merasa tidak nyaman dalam mengikuti kegiatan tersebut. Sedangkan terowongan lainnya, hanya mengandalkan lampu taman.
Terpantau, di pertengahan kegiatan, salah seorang perempuan berpakaian adat toraja masih terlihat sibuk mencari kabel dan bola lampu untuk penerangan di tenda trowongan tersebut.
“Siapa Pak Lurah Rantepao?. Cari lampu dan kabel dulu… Tempat colokannya di mana?” kata perempuan berpakaian adat itu kepada rekannya.
Sekertaris KPU Toraja Utara, Izak Pareang mengakui bahwa memang ada kesalahan teknis pada pencahayaan di kegiatan itu.
” Iya (suasana remang-remang), tidak mungkin kegiatan sempurna. Kami pikir lampu taman menyala,” terang Izak Pareang.
Saat dikonfirmasi, Ketua KPU Toraja Utara, Jan Heri Pakan malahan menyarankan kepada wartawan agar berita itu tidak dinaikkan.
“Jangan putar-putar pertanyaanmu. Saya tidak bisa dipancing seperti itu. Saya tidak bisa memberikan tanggapan karena saya tidak tahu kondisi di situ. Saya ada di Makassar. Janganki bikin berita seperti itu,” kata Jan Heri Pakan via handphone.
Meski wartawan telah menjelaskan atau menggambarkan suasana yang terjadi di kegiatan KPU tersebut, Jan Heri Pakan tetap tak mau memberikan tanggapan.
“Biarpun digambarkan bagaimana kalau saya tidak saksikan, saya tidak bisa tanggapi,” ucap Jan Heri.
Dalam acara ini dihadiri oleh forkopimda Toraja Utara, tokoh agama, PPK, PPS, dan sejumlah undangan dari komesioner KPU Tana Toraja.(*/gis)












