Tana Toraja- Belakangan ini, pendistribusian pupuk bersubsidi kerap dikeluhkan para petani karena tidak tepat sasaran. Akibatnya, para petani kena imbasnya alias merugi.
Oleh karena itu, Calon Bupati Tana Toraja periode 2024-2029, Victor Datuan Batara (VDB) menegaskan, kedepannya dirinya tak ingin lagi mendegar keluhan para petani karena mekanisme pendistribusian pupuk bersubsidi tidak tepat sasaran.
“Saya sering baca di media massa, petani mengeluh karena persoalan pendistribusian pupuk bersubsidi tidak tepat sasaran. Oleh karena itu, kedepannya, saudara-saudaraku para petani, pendistribusian pupuk bersubsidi harus tepat sasaran,’’ tegas Victor Datuan Batara dihadapan ratusan pendukung pasangan VDB – John Diplomasi di Lempangan, Mandetek, Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja Sabtu, 21 September 2024.
Menurut VDB, dirinya yang juga sebagai anak petani, sangat memahami harapan para petani tentang manfaat bantuan pupuk bersubsidi.
“Saya juga anak petani, jadi saya paham benar bagaimana mensejahterakan para petani, termasuk memberikan bantuan pupuk bersubsidi kepada para petani,’’ ungkap VDB.
Tato Kamba: Tana Toraja Perlu Pemimpin yang Tegas
Bekas Ketua Pemenangan Theofilus Allorerung – dr. Zadrak Tombeg (Theza) Tato’ Kamba, kini balik arah mendukung pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Tana Toraja 2024-2029, VDB- John Diplomasi (VISI).

Tato’ Kamba secara terang-terang membocorkan sedikit alasan dirinya tak lagi mendukung dr. Zadrak di Pilkada tahun ini.
“Pak Victor pernah jadi wakil Bupati, Pak dr. Zadrak pun demikian. Namun setelah saya pelajari selama ini, Tana Toraja perlu pemimpin yang tegas (bukan keras). Itu ada pada diri Pak Victor,’’ kata Tato’ Kamba.
Menurut Tato Kamba, VDB dinilai mampu mengambil keputusan dalam situasi yang rumit dan penuh tekanan demi kepentingan banyak orang.
“Misalnya, pendistribusian pupuk bersubsidi tidak tepat sasaran sering dikeluhkan para petani dan cenderung dipermainkan oleh oknum-oknum yang nakal karena mungkin pemimpinnya tidak tegas. Jadi bupati itu, menurut saya, bukan kayak memimpin keluarga, tapi memimpin orang banyak,’’ ujarnya.
Dia pula menggambarkan, sekelas bupati, harus memiliki jaringan yang luas sehingga dapat menggerakkan jaringan dalam mendukung pembangunan.
“Setelah Saya mempelajari selama ini, pemimpin kita (Bupati dan wakil bupati) sekarang, keluar daerah kalau dia menghadiri undangan rapat. Berbeda dengan Pak Victor, meski bukan pejabat pemerintah daerah, namun ia mampu membuka jaringan untuk mendatangkan bantuan dari pusat ke daerah. Misalnya bantuan dana untuk mendukung pembangunan fasilitas Pendidikan dan Kesehatan,’’ jelas Tato Kamba.
Diketahui, dua tahun terakhir ini, Victor Datuan Batara mampu membuktikan dirinya mendatangkan bantuan dana dari pusat ke daerah sebesar Rp 34,5 milliar.
Adapun bantuan yang dimaksud adalah bantuan pembangunan fasilitas sekolah yakni bantuan fasilitas SDN Tampo Mengkendek, SDN Pa’tenko, SDN Tarongko, SDN Batualu dan SDN Rano. Total bantuan itu senilai Rp 2 milliar.
Kemudian, bantuan pembangunan fasilitas sekolah SMKS Andika Mebali, SMKN 1 Tana Toraja, SMK Kristen Tagari senilai Rp 10 milliar.
Selain itu, bantuan untuk RSUD Lakipadada berupa alat kesehatan yaitu Computerized Tomographys Scanning (CT Scan) slice 128 dengan nilai Rp 17,5 milliar dan bantuan Generator Oksigen senilai Rp 5 milliar. (*/gis)












