Utama  

VDB Kritik Pemda Tator Soal Penanganan Penyakit Demam Babi

Victor Datuan Batara

Tana Toraja – Calon Bupati Tana Toraja, Victor Datuan Batara (VDB) menilai, selama ini, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tana Toraja terkesan tak peduli mengatasi atau memberikan solusi kerugian besar yang diderita masyarakat akibat wabah penyakit African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika. Selama ini, akibat ASF, ratusan bahkan ribuan babi di Tana Toraja mati mendadak. Persoalan ini sudah cukup lama.

“Masih adakah babi kita saat ini. Disini saya bicara fakta, bahwa sekarang masyakat Tana Toraja sangat sulit mendapatkan babi akibat wabah ( Red- demam babi Afrika). Kalau ada wabah seperti ini, mestinya pemerintah hadir untuk mencarikan solusi. Kita mau lakukan apa, dengan kondisi kita seperti sekarang ini. Namun pemerintah kita seakan tutup mata,” kata Victor Datuan Batara saat pidato di Tongkonan Balalonno’, Pa’ Tengko, kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja Senin, 15 oKTOBER 2024.

Menurut VDB, babi sangat dibutuhkan di Tana Toraja, termasuk ketika ada upacara pemakaman adat Toraja dan acara pernikahan adat Toraja.

“Babi adalah komoditas yang sangat dibutuhkan, baik pada upacara rambu solo’ (pemakaman adat Toraja) maupun Rambu Tuka’ (Pernikahan adat Toraja),” jelas VDB.

Dikatakannya, selain babi sangat dibutuhkan di upacara adat Toraja, babi juga dapat menunjang perekonomian masyarakat Toraja sebagai sumber pendapatan dan memperkuat budaya masyarakat Toraja.

VDB pun berjanji, akan membagikan bibit babi kepada masyakat jika ia memenangkan Pilkada 2024. (*/gis)

 

 

inipemerintah daerah seakan tak peduli atas persoalan besar ini.