Utama  

Sejumlah Saksi Mulai Diperiksa Polisi Soal RSUD Pongtiku Salah Merekomendasikan Golongan Darah Pasien

Ipda Heri Yanto, S.H

Toraja Utara– Salah dalam merekomendasikan golongan darah pasien oleh petugas medis merupakan tindakan yang sangat fatal atau membahayakan, terutama saat transfusi darah. Hal itu bisa mengakibatkan reaksi transfusi darah yang serius bahkan kematian.

Kasus kesalahan dalam merekomendasikan golongan darah pasien terjadi di RSUD Pongtiku, Kabupaten Toraja Utara beberapa waktu lalu.

Dimana saat itu, Seorang pasien bernama Juli Pasuang (29 tahun) yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut jadi korban salah rekomendasi golongan darah dari petugas medis RSUD Pongtiku.

Kasus tersebut sudah bergulir di Polres Toraja Utara sejak dua bulan lalu. Ironisnya kasus tersebut belum tuntas hingga saat ini.

Kanit Tipidter, Ipda Heri Yanto, S.H., mengatakan, pihaknya sudah mengundang petugas laboratorium dan seorang dokter RSUD Pongtiku untuk dimintai keterangan.

“Kami sudah mengundang seorang petugas laboratorium dan seorang dokter yang bertugas saat itu untuk dimintai keterangan,’’ kata Ipda Heri Yanto kepada Airterkini.com di ruang kerjanya, Senin 28 April 2025. Diketahui, sebelumya Kasat Reskrim Polres Toraja Utara, Iptu Ridwan mengungkapkan, Direktur RSUD Pongtiku, Drg. Margaretha E.M. Sura’sudah dimintai keterangan terkait hal tersebut.

Insiden ini bermula saat Juli Pasuang (29), menjalani rawat ginap di RSUD Pongtiku. Secara medis, pasien ini dinyatakan membutuhkan donor darah. Akhirnya, sampel darah pasien itu diambil. Dari hasil laboratorium RSUD Pongtiku menunjukkan pasien tersebut memiliki golongan darah B+.

Kemudian, sampel darah Juli dibawa ke RSUD Lakipadada, Kabupaten Tana Toraja untuk diuji kembali demi kepentingan pendonor darah. Ironisnya, hasil laboratorium RSUD Lakipada menunjukkan pasien tersebut memiliki golongan darah A. Bukan B+. Artinya, ada perbedaan hasil laboratorium antara kedua RSUD tersebut.

Hinnga berita ini dinaikkan, pihak RSUD Pontiku belum memberikan statemen terkait kasus tersebut. Upaya konfirmasi dilakukan, namun Direktur RSUD Pongtiku terkesan menghindar dari wartawan.

Atas kasus tersebut, selain sudah masuk dalam rana hukum, pihak RSUD Pongtiku juga banyak mendapat kecaman dari netizen. (*/gis)