Tana Toraja- Seiring waktu, Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja berkembang pesat. Baik dari segi bangunan kampus, maupun jumlah mahasiswa kian meningkat setiap tahun.
Kini UKI Toraja memiliki dua gedung kampus terbilang megah, yakni kampus I UKI Toraja yang berdiri kokoh di tengah kota Makale, Tana Toraja dan gedung kampus II di Kakondongan, Toraja Utara.
Kampus I UKI Toraja mulai difungsikan sejak 2010. Sejak itu pula gedung kampus ini dijadikan tempat acara yudisium dan wisuda.
Gedung kampus ini yang berjarak dekat dengan badan jalan, mampu menampung ribuan mahasiswa saat acara wisuda.
Namun dibalik itu, seiring gedung kampus I UKI Toraja difungsikan untuk acara wisuda, disitupula kritikan mulai muncul dari masyakat.
Pasalnya, setiap acara wisuda di Kampus UKI Toraja kerap menyusahkan pengguna jalan karena macet yang berkepanjangan.
Tercatat, setiap tahunnya, proses Wisuda UKI Toraja lakukan dua kali setahun.
Sapri (35 tahun) salah satu pengendara roda empat, warga kota Makale mengaku tersiksa setiap UKI Toraja lakukan wisuda lantaran wisuda tersebut biang kerok kemacetan.
“Kampus sekelas UKI Toraja bisa berdiri kokoh tak jauh dari badan jalan…, Setiap wisuda UKI Toraja berlangsung, kami pengguna jalan sangat tersiksa. Haruskah kondisi seperti ini menjadi langganan kami setiap tahun. Masak UKI Toraja orangnya rata-rata hebat, tidak bisa memikirkan atau cari solusi,” kata Sapri kepada Airterkini.com, Jumat (13/10/2023).
“Bicara kampus bicara bisnis. Mahasiswa kuliah bayar mahal, dikit-dikit uang. Artinya, UKI Toraja banyak duit. Cari donk tempat wisuda yang membuat orang lain tidak tersiksa,” ucap Sapri.
Kasat Lantas Polres Tana Toraja, IPTU Awaluddin Kadir bantah acara wisuda UKI Toraja menyebabkan terjadi kemacetan.
“Tidak ada kemacetan pak. Tidak ada masyarakat yang mengaduh ke kami. Kami sudah atur tempat parkir. Tempat-tempat yang akan dijadikan parkiran yaitu Tammuan Mali, Tana kosong Samping kantor dukcapil, Gereja bukit Sion, Toko buku sulo, dan dalam pasar seni,” terang IPTU Awaluddin.
Sementara Rektor UKI Toraja, Dr. Oktavianus Pasoloran, S.E., M.Si., Ak. CA. mengatakan wisuda UKI Toraja menyebabkan terjadi macet dinilainya masih dalam hal yang wanar.
“Panitia telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk masalah ini. Sebenarnya hal ini bisa juga dilihat dalam perpektif yg berbeda bahwa ini menjadi bagian sukacita bersama masyarakat, prinsipnya yg penting ini masih dalam batas wajar dan dapat dikendalikan,” ungkap Rektor UKI Toraja.
Diketahui, acara wisuda UKI Toraja berjalan dua hari, yakni 13-14 Oktober 2023. (*/gis)












