Toraja Utara– Penyidik Polres Toraja Utara (Torut) terus melakukan penyelidikan kasus dugaan pengancaman melalui elektronik terhadap Pimpinan Redaksi Airterkini.com, Gista, S.E. Sebagai terduga pelaku atau terlapor dalam kasus ini adalah anggota DPRD Toraja Utara, Komisi II, dari Fraksi PAN, Yopi Rante Maliku.

Kanit Tipidter, Ipda Heri Yanto, S.H., mengatakan, ada dua anggota DPRD Toraja Utara dari komisi III akan ikut terperiksa dalam kasus tersebut sebagai saksi. Keduanya adalah Julianto Mapaliey atau Cuplis dari fraksi Gerindra dan Andarias Sulle dari fraksi PSI.
“Kami sudah melayangkan undangan pertama kepada 2 anggota DPRD Toraja Utara (Julianto Mapaliey dan Andarias Sulle) untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus ini,’’ kata Ipda Heri Yanto di ruang kerjanya, (28/4/2025).
“Jika undangan pertama tidak diindahkan, undangan kedua kami layangkan,’’ tegas Ipda Heri Yanto.
Dengan adanya kasus tersebut, Heri mengaku baru pertama kali menangani kasus yang menyeret nama anggota DPRD Toraja Utara.
“(Sejak pelantikan anggota DPRD terpilih di Pemilu 2024) Baru pertama kali kami melakukan pemeriksaan terhadap anggota DPRD,’’ ungkap Heri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, nama Julianto Mapaliey dan Andarias Sulle terseret dalam kasus ini karena keduanya disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Pelapor mengatakan, nama kedua anggota DPRD tersebut terseret dalam kasus ini karena keduanya-lah jadi awal sumber masalah, sehingga tercipta masalah baru antara pelapor dengan terlapor.
“Singkatnya begini. Awal masalah ini dari internal anggota DPRD Toraja Utara itu sendiri. Pak Julianto dengan Pak Andarias Sulle yang sama-sama dari komisi III mempersoalkan beredarnya foto kunjungan sejumlah anggota DPRD Toraja Utara di PLTA Ma’dong… Dalam foto itu, salah satunya ada Pak Yopi (terlapor),’’
“Dipertanyakanlah mereka dalam group WhatsApp, siapa yang membagikan foto itu. Muncullah nama saya. Nama saya disebut dalam group itu sebagai penyebar foto itu. Padahal saya tidak tahu menahu soal foto itu. Apalagi menyebarkan. Tak lama kemudian, Yopi tiba-tiba telpon saya dengan gaya sok-sok-annya dan nada kasar serta mengancam saya. Disinilah muncul masalah baru antara saya dengan Pak Yopi. Makanya saya laporkan dia,’’ cerita singkat pelapor. (*)












