Toraja Utara– Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Toraja Utara dinilai belum bisa diandalkan dalam penanganan resiko kebakaran.

Kritikan ini muncul dari salah seorang warga Kelurahan Nonongan Utara, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara bernama Varo (40).
Varo menyebutkan, hal itu bisa dibuktikan saat kebakaran hebat menghanguskan 3 (tiga) rumah warga Kadundung, Kelurahan Nonongan Utara, Minggu, 16 Maret 2025.`
“Terutama pada maintenance. Patut dipertanyakan Damkar Pemda Toraja Utara belum bisa diandalkan dalam penanganan kebakaran hebat,’’ kata Voro di TKP kebakaran, (16/3).
“Kita lihat tadi, fakta di lapangan saat kebakaran, salah satu mobil Damkar mogok di tengah jalan, kemudian didorong warga yang sedang menyaksikan kobaran api. Saat mogok, mobil ini malahan menghalangi mobil Damkar lainnya. Selain itu, pompa air mobil Damkar, tadi sempat macet,’’ ungkap Varo.
Menurut pengamatan Varo di TKP, kebakaran tersebut, harusnya tidak menghaguskan 3 rumah.
“Seandainya Damkar kita efektif dan professional dari segi maintenance dan SDM, saya pikir, 3 rumah itu, tidak semuanya hangus terbakar. Kenapa, akses jalan mudah dijangkau. Kedua, titik rumah yang hangus terbakar letaknya di depan jalan poros. Arah belakang rumah pun mudah diakses. Di situ ada jalan menuju ke Objek Wisata Lolai ,’’ terang Varo.
Kemudian, lanjut dia, titik kebakaran, tidak begitu jauh dari Kantor Damkar Toraja Utara.
Informasi yang dihimpun wartawan, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 WITA. Api berhasil dipadamkan dua jam kemudian. (*/gis)












