Toraja Utara- Daniel (12 tahun), siswa kelas 6 SD Anugrah, Kabupaten Toraja Utara sudah memiliki jiwa semangat kerja keras yang luar biasa.

Bayangkan, sepulang sekolah, Daniel memilih ke Alun-alun Kota Rantepao untuk bekerja sebagai pengemas barang usaha bosnya.
Anak keempat dari lima bersaudara ini, mengaku diberi upah kerja sebesar Rp 50.000,- (limapuluh ribu rupiah) per hari.
“Pulang sekolah, saya ke rumah dulu makan dan ganti baju. Jam 3 sore, baru saya ke sini (Alun-alun). Upah aku Rp 50.000,- per hari. Kadang Rp 40.000 per hari. Tergantung ramainya pengunjung,” kata Daniel di Alun-alun Rantepao Kamis, 23 Mei 2024.
Dari hasil kerja kerasnya, Daniel mengaku untuk ditabung dan jajan di sekolah.
“Untuk ditabung dan jajan di sekolah,” ujarnya.
Selain pengemas barang, Daniel juga memiliki ketrampilan khusus yaitu mengenal campuran warna untuk usaha lukisan.
“Selain mengemas barang, tugas saya mencampur warna untuk disewakan ke pelanggan. Papan lukisan, kami yang sediakan,” ujarnya.
Menurut Daniel, sewa peralatan papan lukisan dan warna Rp 15.000,.
Di sisi lain, Daniel mengaku beruntung bisa menikmati Alun-alun kota Rantepao sebagai tempat mencari uang.
“Aku senang di sini bekerja. Fasilitas Alun-alun benar-benar mendukung dan memanjakan pengunjung,” ucap Daniel.
Pekerjaan orang tua Daniel adalah pedagang ternak. “Bapak saya pedagang babi. Ibu petani,” terangnya.
Nia, salah satu pengunjung mengaku nyaman dan menikmati fasilitas Alun-alun kota Rantepao.
“Kita berada di Alun-alun, udaranya terasa sejuk. Padahal kita berada di tengah kota,” terang Nia.
“Kita juga senang di sini karena kebersihannya terjaga,” tutur Nia.
Diketahui, pembangunan Alun-alun Kota Rantepao merupakan salah satu program andalan Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang dan Wakil Bupati, Frederik Victor Palimbong. (Jois/gis)












