Penyidik Polres Toraja Utara Dinilai Suka Menunda-nunda dalam Penanganan Kasus SPBU Bolu Kurangi Takaran BBM

Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Toraja Utara

Toraja Utara- Masih seputar seputar kasus dugaan SPBU Bolu melakukan kecurangan dengan cara kurangi takaran BBM bersubsidi. Kasus ini lagi-lagi mendapat sorotan dari publik.

Widya (45) salah satu warga kota Rantepao menilai bahwa penyidik yang menagani kasus dugaan SPBU Bolu kurangi takaran BBM suka menunda-nunda proses penanganan kasus itu.

Menurutnya, sejak bergulirnya kasus ini di Polres Toraja Utara, mulai dari klarifikasi atau pengambilan keterangan saksi, baik saksi dari Pihak SPBU Bolu maupun pihak Disperindagkop Kabupaten Toraja utara, penyidik dalam kasus ini, terkesan suka menunda-nunda.

“Kasus ini mulai bergulir di Polres Toraja Utara beberapa bulan lalu…, Waduh, kok tunda lagi?, awal bulan September (2023), kami baca di media, penyidik janji akan lakukan gelar perkara dalam waktu dekat, namun sampai sekarang belum digelar. Suka menunda-nunda penyidiknya ya,” ucap Widya, (09/10/2023).

Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Toraja Utara, Aipda M. Nawir, selaku penyidik dalam kasus dugaan SPBU Bolu kurangi takaran BBM bersubsidi, kembali janji akan lakukan gelar perkara dalam waktu dekat ini.

“Gelar perkaranya kita akan jadwalkan, mudah-mudahan bisa minggu ini. Kami masih membangun koordinasi dengan pihak Polda,” kata Nawir kepada Wartawan di Polres Toraja Utara, (09/10).

Dia pun mengakui, pihaknya sudah cukup mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi maupun alat bukti.

Diketahui Penanganan kasus tersebut kerap mendapat sorotan dari berbagai pihak karena polisi dinilai lamban dan terkesan tidak serius.

Sebelumnya, pihak Disperindagkop Kabupaten Toraja Utara bongkar hasil temuannya yakni SPBU Bolu sudah dua kali elakukan kecurangan dengan cara mengurangi takaran BBM.

“Ada 4 (empat) SPBU di Toraja Utara. Ada satu SPBU yang ‘nakal’. Sudah dua kali kami tegur tapi tidak diindahkan,” kata Kabid Metrologi Disperdagkop Toraja Utara, Meri saat itu. (*/gis)