Toraja Utara- Pj Gubernur sulsel Bahtiar Baharuddin mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sulsel tahun 2024 difokuskan untuk kesejahteraan masyarakat.
Diakuinya, APBD 2024 Provinsi Sulsel sebesar Rp 10,22 triliun dinilai belum mampu menyelesaikan persoalan ekonomi di Sulsel.
“APBD 2024 fokus untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Bahtiar di Hotel Missliana saat kunjungan kerja di Kabupaten Toraja Utara, Rabu (07/11/2023).
Dikatakannya, pemerintah bisa mengurangi lonjakan angka kemiskinan di Sulawesi Selatan melalui peningkatan sektor pertanian, Nelayan dan Peternakan.
“Yang harus ditolong dulu adalah Petani, Nelayan dan peternakan,” ungkap Bahtiar.
Berdasarkan data pusat statistik Provinsi Sulawesi Selatan, persentase penduduk miskin Maret 2023 naik menjadi 8,70 persen, meningkat 0,04 persen poin terhadp September 2022 dan meningkat 0,07 persen poin terhadap Maret 2022
Dia mencotohkan, sektor pertanian melalui budidaya tanam pisang di lahan yang luas mampu mengurangi lonjakan angka kemiskinan di Sulawesi Selatan.
Hal senada disampaikan oleh Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang atau Ombas. Dia sepakat dengan pernyataan Pj Gubernur Sulawesi Selatan tentang program budidaya tanam pisang juga dilakukan di Toraja Utara.
“Kami siap menjawab tantangannya Bapak Gubenur. Karena hal ini seirama dengan program saya juga tentang bagaimana daun pisang itu digunakan setiap hajatan sosial kemasyarakatan. Jadi kita usahakan nanti itu tidak ada lagi kertas makan, plastik, tapi yang ada hanyalah daun pisang, “tutur Ombas. (Jois/Gis)












