Toraja Utara- Debat pertama antar paslon Bupati dan wakil bupati Toraja Utara diselenggarakan KPU di ruang pertemuan kelas satu Hotel Misiliana Senin, 4 November 2024.
Ironisnya, puluhan wartawan yang hendak meliput dicekal masuk ke dalam ruang debat. Terkecuali Televisi plat merah yakni TVRI.
Akibat kebijakan KPU Toraja Utara melarang wartawan masuk ke dalam ruang debat, adu mulut di luar gedung debat terjadi antara seorang wartawan bernama Amos dengan Ketua KPU Toraja, Utara Jan Hary Pakan. Amos mencurigai, KPU Toraja Utara sengaja merencanakan sesuatu dibalik larangan wartawan masuk ruang debat. Debat tersebut, KPU bekerjasama dengan TVRI dengan sistem satu paket dengan biaya kurang lebih Rp 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) untuk satu kali debat.
Amos mengatakan, KPU Toraja Utara seyogyanya mengizinkan atau menyiapkan tempat tersendiri bagi awak media yang ingin meliput jalannya debat.
“Tentu muncul pertanyaan. Ini permainan apa. Apakah hadirnya TVRI dengan bayaran mahal, khawatir tersaingi dengan adanya media – media lain, atau seperti apa?. Itu satu. Kedua, Emangnya kita mau bikin keributan dalam ruangan sampai kita dilarang masuk?” kata Amos kepada Airterkini.com, di Misiliana, (04/11).
Sementara, Ketua KPU Toraja Utara, Jan Hary Pakan beralasan, sebagian besar wartawan dilarang masuk ruang debat untuk meliput jalannya debat karena kondisi ruang tidak memadai.
“Ruangan tidak memadai. Anggaran terbatas (Red- untuk menyewa ruangan yang luas),” ungkap Jan Pakan.
Menurut Jan Pakan, dengan siaran TVRI secara live, sudah cukup memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan informasi.
Akibat wartawan dilarang masuk ruang debat, masyarakat sulit mendapatkan informasi. Rian(41) mengaku pendukung paslon Bupati dan wakil Bupati Toraja Utara nomor urut 1, Yohanis Bassang – Marthen Rantetondok, mengatakan, dirinya belum menyaksikan secara live debat pertama Pilkada Toraja Utara 2024 yang diselenggarakan KPU.
“Katanya Pak Ombas debat hari ini jam 3 sore, tapi ini sudah malam, kami belum tonton secara langsung. Dari tadi kami cari-cari di medsos. Biasanya kalau ada acara seperti itu, kami mudah mengakses secara live melalui media sosial, baik itu melalui group facebook maupun group whatsapp,” ungkap Rian di Bolu kepada Airterkini.com (04/11). (*/gis)












