Toraja Utara-Inilah wajah Direktur RSUD Pongtiku, Drg. Margaretha Elon Massang. Ia dikenal di kalangan wartawan orang yang paling sulit diminta konfirmasi.

Hal itu terbukti ketika Airterkini.com, Jumat, 7 Maret 2025, ingin mengkonfirmasi terkait RSUD Pongtiku salah mendiagnosa golongan darah pasien beberapa waktu lalu.
Saat itu, ada acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung baru RSUD Pongtiku di eks hotel Marante atau kantor Bupati Toraja Utara, Tondon. Usai acara, posisi Direktur RSUD Pongtiku berada di pintu keluar, sontak ditanya wartawan, namun ia diam seribu bahasa sambil berjalan kaki, kemudian memilih kabur.
Meskipun wartawan sudah tiga kali melontarkan pertanyaan kepada Direktur RSUD Pongtiku, namun direktur itu tetap memilih diam seribu bahasa sambil berjalan kaki, kemudian ambil ancang-ancang kabur dari kejaran awak media.
“Mana mobil, mana mobil-mana mobil,’’ Hanya itulah kalimat yang terdengar dari mulut Direktur RSUD Pongtiku sambil ambil ancang-ancang kabur dari kejaran wartawan.
Diketahui, Direktur RSUD Pongtiku telah diperiksa polisi di Polres Toraja Utara karena dinilai orang yang paling bertanggung jawab dalam perkara salah mendiagnosa golonngan darah pasien.
Meski pernah diperiksa polisi, direktur RSUD Pongtiku kembali diadukan keluarga korban dalam kasus yang sama. (*/gis)












