Toraja Utara- Laporan pertanggungjawaban keuangan tahun anggran 2022, Kecamatan Rantebua, Kabupaten Toraja Utara menuai masalah hingga saat ini. Pasalnya, laporan keuangan tersebut belum dilaporkan bendahara kecamatan atas nama Bintang kepada Yofita Sampe Allo. Yofita ini adalah Camat Rante bua saat itu (2022). Dia di mutasi pada September lalu.
Dengan masalah tersebut, membuat Yofita Sampe Allo geram hingga cekcok dengan Bendaharanya. Ironisnya, masalah itu juga seret nama sekretaris Kecamatan (Sekcam) Rante bua, Daniel Ra’karan.
Yofita Sampe Allo selaku camat Rante Bua saat itu, kini masih mempertanyakan haknya yakni pengganti biaya operasionalnya selama menjabat. “Uang operasional saya belum dibayarkan oleh bendahara sampai sekarang. Termasuk biaya penganti pembelian onderdil mobil operasional kantor, biaya BBM untuk kunjungan kerja,” ungkap Yofita Sampe Allo kepada Airterkini.com, Senin, (09/10/2023).
“Sampai sekarang, bendahara belum menyerahkan hasil laporan pertanggungjawaban keuangan (tahun 2022) ke saya,” ungkap Yofita.
Sementara Sekcam Rante Bua, Daniel Ra’ karan mengatakan, masalah yang muncul di kantor camat Rante Bua, sebenarnya tak perlu terjadi. Menurutnya, itu hanya diskomunikasi.
“Ini hanya diskomunikasi, antara berdahara dengan camat yang menjabat saat itu (2022). Biaya operasional Ibu Camat pada 2022, sebenarnya tidak perlu dipersoalkan lagi, karena anggaran operasional tahun 2022, sudah tidak ada lagi,” terang
“Kenapa demikian, karena anggaran biaya operasional saat itu, sudah dibagi habis untuk menutupi kekurangan biaya paduan suara yang diselenggarakan Pemerintah Daerah Toraja Utara di akhir tahun (2022) lalu,” jelas Daniel Ra’karan di kantor camat Rantebua, (09/10).
Menurut Daniel Ra’karan, khusus untuk biaya paduan suara kecamatan Rante bua saat itu, diperkirakan menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 60.000.000, (enam puluh juta rupiah). Belum termasuk jasa pelatih untuk pelatihan paduan suara sebesar Rp 20 juta.
“Jumlah paduan suara yang mewakili kecamatan Rante bua saat itu, sekitar 60 orang. Untuk satu orang dirata-ratakan menghabiskan biaya Rp 1 juta. Biaya itu, mulai dari pembelian snack saat latihan, biaya transportasi dan pembelian seragam paduan suara,” kata Daniel Ra’karan.
Diketahui, Festival paduan suara Natal II Kabupaten Toraja Utara diselenggarakan pada akhir Desember lalu di Lapangan Bakti Rantepao.(*/gis).












