Utama  

Nekson, Seorang Kontraktor Dikeluhkan Karena Tak Bayar Pemborong

Nahasion Nekson dan Roby

Tana Toraja- Nahasion Nekson alias Belo salah satu kontraktor yang mengerjakan proyek rabat beton jalan masuk Objek Wisata Sarira (2022), Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja dikeluhkan karena tak bayar pemborong.

Padahal, proyek Kementrian Pariwisata tahun anggaran 2022 yang menelan anggaran 1 milliar rupiah ini, pekerjaan dinyatakan selesai 100%.

Rian (50) pemborong proyek rabat beton jalan tersebut mengaku belum dibayar oleh Nahasion Nekson sebanyak Rp 25.000.000,- (dua puluh lima juta).

“Belum dibayar oleh Pak Belo Rp 25.000.000,-. Itu baru saya, belum lagi dari pekerja lain,” kata Rian kepada Airterkini.com beberapa hari lalu.

Rian mengungkapkan, dirinya sering kali mendatangi rumah sang kontraktor itu, namun sulit ditemui. “Sudah tiga kali saya datangi rumah Pak Belo tapi susah sekali ditemui. Pernah saya temui istrinya, dia telepon, Katanya belum cair karena belum bayar denda keterlambatan pekerjaan,” ungkap Rian.

Hal yang sama dialami oleh Ne’ Era. Ia menyatakan dirinya belum diganti rugi oleh sang kontraktor itu, atas kerusakan pompa air yang ia miliki. Pompa air ini difungsikan menampung air untuk pekerjaan proyek tersebut.

“Selama proyek pekerjaan Pak Belo berjalan, saya yang tampungkan air pake dua pompa air saya sendiri…, pompa ini rusak dua-duanya namun sampai sekarang belum diganti,” terang Ne’ Era.

“Memang, Pak Belo pernah kasih uang Rp 300.000 untuk pake bayar listrik. Itupun belum cukup sebenarnya,” ucap Ne Era.

PPK Proyek rabat beton jalan masuk Objek Wisata Sarira, Roby membenarkan bahwa proyek tersebut kontraktornya adalah Nahasion Nekson.

“Saya lupa nama perusahaan yang kerjakan proyek ini karena sudah lama (2022). Yang saya ingat kontraktornya adalah Pak Belo. Anggarannya Rp 1 milliar dengan volume lebar 3 meter, panjang kurang lebih 1 kilometer,” kata Roby. (*/gis)