Utama  

Polisi Akhirnya Turun Tangan Setelah Tator Tingkat Stunting Tertinggi

AKBP Malpa Malacoppo

Tana Toraja – Polisi akhirnya turun tangan mengatasi permasalahan stunting setelah Kabupaten Tana Toraja tingkat stunting tertinggi di Sulawesi Selatan. Hasil ini berdasarkan hasil Survei Lembaga Kesehatan Indonesia tahun 2023.

Bhabinkamtibmas melakukan pendampingan di Posyandu

Kapolres Tana Toraja AKBP Malpa Malacoppo mengatakan dirinya telah memerintahkan jajarannya berperan aktif dalam menangani permasalahan stunting di Kabupaten Tana Toraja, khusunya Kapolsek dan Bhabinkamtibmas.

“Saya sudah perintahkan kepada Kapolsek dan Bhabinkamtibmas agar terlibat langsung dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting,” kata AKBP Malacoppo Sabtu, 8 Juni 2024.

Ada 4 poin yang ditekankan AKBP Malacoppo kepada para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas dalam mendukung percepatan penurunan stunting di tahun 2024 yaitu:
1) Melakukan pendampingan kepada petugas TPPS untuk mendata dan memberi arahan kepada calon pengantin Bumil dan Balita.

2) Berkoordinasi dengan petugas kesehatan yang ada di wilayah hukum Polsek untuk melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat tetang bahaya dan pencegahan stunting.

3) Menghimbau dan mengajak masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan di Puskesmas atau Posyandu, utamanya bagi Bumil, menyusui dan balita.

4) Menghimbau masyarakat, apabila terdapat kasus stunting di wilayahnya agar segera melaporkan kepada Polsek dan Bhabinkamtibmas.

Hal senada disampaikan oleh Sekda Tana Toraja, dr. Rudhy Andi Lolo. Menurutnya, peran polisi dalam permasalahan stunting lebih mengarah ke peran peningkatan pergerakan masyarakat, khususnya Bumil dan balita.

“Lebih mengarah ke peran peningkatan pergerakan masyarakat, khususnya Bumil dan balitake Posyandu untuk ditimbang dan diukur sebagai deteksi dini dan penanganan,” terang dr. Rudhy.

Bahkan, lanjut dr. Rudhy, apabila Bumil dan balita tak mau ke posyandu, akan dijemput oleh petugas kesehatan dan didampingi polisi.

“Sampai – sampai mereka dijemput kalau ada yang tidak mau ke posyandu,” katanya. (*/gis)