Toraja Utara- Pencairan anggaran pakan ternak babi kurang lebih Rp 800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah) di Dinas Pertanian Kabupaten Toraja Utara (Torut) pada Oktober 2023, diduga kuat terjadi penyimpangan anggaran kurang lebih Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).
Hal ini terungkap berdasarkan hasil investigasi Airterkini. com.
Dari hasil investigasi tersebut, wartawan mengkonfirmasi ke Kepala Dinas Pertanian Toraja Utara, Lukas Pasarai Pasarri. Diketahui, Lukas ini juga selaku PPK pengadaan pakan bibit ternak babi.
Dalam wawancara tersebut, Lukas mengakui adanya dugaan penyimpangan anggaran pakan bibit ternak babi kurang lebih Rp 500.000.000,- yang dilakukan oleh pihak ke 3 atau pemenang tender, yang tak lain adalah perusahaan milik inisial YL.
“Saya sudah sampaikan ke pemenang tender, (inisial YL), namun tidak kooperatif. Makanya saya minta kepada inspektorat untuk diaudit,” kata Lukas di ruang kerjanya beberapa hari lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Airterkini.com, anggaran pakan bibit ternak babi yang cair pada Oktober 2023 kurang lebih Rp 800.000.000,- diperuntukkan belanja pakan ternak babi untuk ratusan ekor babi di Pangli.
Namun faktanya, babi di kadang ternak babi milik Dinas Pertanian di Pangli, Toraja Utara, tak cukup 20 ekor. Artinya, terjadi dugaan penyimpangan anggaran pakan ternak babi di Dinas pertanian Toraja Utara.
Ironisnya, PPTK pengadaan pakan ternak babi, Samuel Paseru menyatakan bahwa pencairan anggran pakan ternak babi kurang lebih Rp 800.000.000,- pada Oktober tahun ini, untuk membiayai pembelian pakan untuk 143 ekor babi.
“Babi di Pangli itu kan banyak, 143 ekor babi pada tahun 2023. Angka ini menjadi acuan kami belanjakan anggaran pakan ternak babi (kurang lebih Rp 800.000.000,” tutur Samuel.
Namun lagi-lagi jumlah ekor babi yang disebut Samuel, terbantahkan berdasarkan fakta di lapangan.
Saat diungkap wartawan, jumlah ekor babi yang sebenarnya di Pangli tak cukup 20 ekor, Samuel menjawab, akan mengembalikan anggaran tersebut kurang lebih Rp 500.000.000,- ke kas daerah.
“Jadi begini, kami kemarin dengan Pak Kadis (Pertanian) karena banyak yang mati, anggaran kami kembalikan,” kata Samuel.
Dikonfirmasi, Kepala Inspektorat Toraja Utara, Joni membenarkan adanya permintaan pihak Dinas Pertanian Toraja Utara untuk diaudit inspektorat.
“Satu minggu lalu memang ada penyampaian dari PPTK. Kadisnya juga. Dalam waktu dekat ini, kami akan lakukan audit atas permintaan pihak Dinas Pertanian terkait anggaran pakan ternak babi,”ungkap Joni. (Tim/gis)












