Toraja Utara- Tokoh Masyarakat Tondon, Kabupaten Toraja Utara, Manto Salurante mengingatkan kepolisian untuk menjaga profesionalitasnya dalam penanganan Kasus dugaan SPBU Bolu kurangi takaran BBM bersubsidi.
Dia pun menilai, pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan alat bukti dari Disperindagkop Kabupaten Toraja Utara, sebagai pintu masuk kepolisian mengungkap siapa dalang dalam praktek kecurangan dalam kasus tersebut.
“Kami harap teman-teman media kawal kasus ini. Oleh karena itu, saya mengingatkan kepolisian agar serius dan profesional menangani kasus ini,” tegas Manto Salurapa, Senin (23/10/2023).
Dia membandingkan, di daerah-daerah lain, manakala SPBU melakukan kecurangan, dinas terkait bersama Aparat Penegak Hukum langsung mengambil langkah tegas.
Menurutnya, atas temuan tim Metrologi Disperindagkop, setidaknya SPBU bolu sudah disegel, “Temuan ini langsung dari metrologi. Ngeri kan,” terang Manto.
“Biasanya, begitu SPBU melakukan kecurangan, apalagi mengurangi takaran BBM, langsung disegel,” kata Manto.
“Di daerah-daerah lain, tidak ada kompromi Pak. Langsung ditindak tegastegas,” ungkap Manto.
Manto mengatakan, kecurangan – kecurangan yang dilakukan pengusaha SPBU tentu sangat merugikan konsumen, terutama masyarakat Toraja Utara.
Tercatat, kasus ini bergulir di kepolisian sejak sejak beberapa bulan lalu.
Kabid Metrologi Disperindag, Meri (yang menjabat saat itu), pernah membocorkan bahwa sebelum perbaikan dispenser dan nosel pada pompa mesin SPBU Bolu, pihaknya telah dua kali menemukan kecurangan di SPBU tersebut, dengan cara mengurangi takaran BBM bersubsidi.
“Ada 4 (empat) SPBU di Toraja Utara. Ada satu SPBU yang ‘nakal’. Sudah dua kali kami tegur tapi tidak diindahkan,” kata Kabid Metrologi Disperdagkop Toraja Utara, Meri saat itu.
Berdasarkan penelusuran tim Airterkini beberapa waktu lalu, salah seorang pembeli solar bersubsidi di SPBU Bolu, namanya enggan dimediakan mengungkapkan bahwa SPBU Bolu disinyalir telah melakukan kecurangan dengan cara mengurangi takaran BBM bersubsidi jenis solar.
“Biasa kami dibatasi pengisian Maksimal Rp 400.000,-. Tapi Itu biasa kami lakukan pengisian sampai 4 kali. Jadi totalnya bisa sampai Rp 1.600.000,-. Kalau kami beli solar subsidi nilainya sampai Rp 1.600.000,-, kadang kurang 5 liter sampai 10 liter,” terangnya saat it. (*/gis)












