Tana Toraja– Pada 19 Februari lalu, Theofilus Allorerung melakukan pelantikan terhadap ratusan jabatan struktural di lingkup Pemda Tana Toraja. Pada saat itu, Theofilus Allorterung terhitung tinggal satu hari lagi menjabat sebagai Bupati Tana Toraja. Soalnya, pada tanggal 20 Februari, dr. Zadrak Tombeg bersama wakilnya resmi dilantik Presiden RI Prabowo selaku bupati Tana Toraja periode 2025-2030.
Ironisnya, pelantikan yang dillakukan TheofiluS Allorerung muncul masalah yakni, pelantikan jabatan tanpa disertai SK.
Hal ini dibenarkan oleh Kabag Mutasi Pegawai Tana Toraja, Jimmy Mamile kepada Airterkini.com melalui sambungan telepon Kamis, 6 Maret 2025.
“Saat pelantikan jabatan struktural, memang belum ada SK dibagikan kepada mereka. Namun, hari ini, kami sudah bagikan. Mereka datang ambil sendiri di ruangan kami,’’ katanya.
Menurutnya, alasan keterlambatan pembagian SK karena terkendala dari segi pencocokan data.
“ Jadi begini, pertama karena data-data mereka perlu disingkronkan. Kemudian, keterlambatan pembagian karena SK mereka harus di scan satu-satu, seterusnya dimasukkan ke dalam data masing-masing,’’ jelas Jimmy.
Di sisi lain, ada kesalahan fatal yang dilakukan Theofilus Allorerung saat pelantikan yaitu seorang pejabat kepala seksi ikut dilantik tetapi sudah pensiun.
“Cuma satu orang, setelah dicek, ternyata sudah pensiun. Ini jabatan kepala seksi di Kecamatan Batualu Selatan,’’ ujarnya. Dikatakannya, jabatan tersebut sampai saat ini masih kosong.
“Jabatan itu sampai sekarang masih kosong. Kemungkinan bisa terisi setelah pelantikan berikutnya. Tergantung Bapak Bupati,’’ terang Jimmy.
Dia menambahkan bahwa ratusan kepala sekolah juga lambat menerima SK karena alasan yang sama.
“SK kepala sekolah juga lambat dibagikan karena alasan yang sama. Pencocokan data,’’ ungkap. (*/gis)












