Utama  

Proyek 2023 di Torut Belum Dibayarkan, Kontraktor Mengeluh

Ilustrasi

Toraja Utara– Pertengahan tahun 2024, sejumlah pekerjaan proyek tahun 2023 di Toraja Utara tercatat sebagian besar belum sepenuhnya dibayarkan. Padahal, pekerjaan proyek sudah selesai dikerjakan.

Akibatnya, kontraktor dan konsultannya mulai mengeluh karena kesulitan dana.

Keluhan ini muncul dari salah satu kontraktor, namanya enggan disebut di media.

“Pekerjaan proyek sudah selesai, namun pembayarannya dari pemda Torut (Toraja Utara) belum terealisasi semua,” kata kontraktor itu kepada Airterkini.com Jumat, 28 Juni 2024.

Menurutnya, pada pertengahan tahun 2023, dirinya sudah mencium pemda Torut akan menunggak melakukan pembayaran kepada kontraktor karena kekosongan kas daerah.

“Pada pertengahan tahun 2023, kami sudah dapat informasi bahwa kas daerah kosong. Kemungkinan pemda menunggak dalam pembayaran pekerjaan proyek. Faktanya memang demikian,” ungkapnya.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Toraja Utara, Paulus Tandung mengatakan, pihaknya siap membayar hasil pekerjaan proyek kontraktor asalkan pekerjaan proyek tuntas alias pekerjaan selesai tepat waktu.

“Siapa bilang kami tidak bayar pekerjaan proyek tahun 2023. Buktinya ada pekerjaan proyek sudah tuntas dibayarkan,” jelas Paulus Tandung.

“Memang, ada pekerjaan proyek tahun 2023 belum sepenuhnya terbayarkan karena belum selesai. Misalnya proyek jalan masuk Salu Sopai. Pengaspalannya sudah selesai, tapi bahu jalannya belum selesai,” ujarnya.

Sementara PLT Kepala Dinas BKAD Toraja Utara, Eta’ Yohanis Lande menuturkan, pekerjaan proyek tahun 2023 yang belum sepenuhnya dibayarkan, masuk dalam utang pemda Torut.

“Utang itu, masuk dalam perubahan anggaran tahun ini,” terangnya. (*/gis)