Utama  

Staf Khusus Presiden RI Sorot Layanan Kesehatan Pemda Tana Toraja Soal Stunting: Memalukan

Brigjen TNI (Purn.) dr. Noch T. Mallisa, M.Kes

Tana Toraja– Staf Khusus presiden RI Joko Widodo, Brigjen TNI (Purn) dr. Noch T. Mallisa, M.Kes nilai program layanan kesehatan khususnya pencegahan stunting di Kabupaten  Tana Toraja tidak jelas.

Sorotan ini muncul akibat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tana Toraja menempati tingkat stunting tertinggi di Sulawesi Selatan Pada tahun 2023 berdasarkan survey Lembaga kesehatan Indonesia.

Iklan

“Manajemennya nggak jelas. Itu artinya Pemda Tana Toraja nggak punya program (Red-penurunan angka stunting) . Padahal ini merupakan Program Strategis Nasional Jokowi,’’ kata dr. Noch T. Mallisa kepada Airterkini.com usai ibadah ucapan syukur di kediamannya, Buntu Kurin, Mengkendek Kabupaten Tana Toraja Sabtu, 14 September 2024.

Menurut dr. Mallisa, Pemda Tana Toraja sempat jadi topik pembicaraan dalam rapat Kementrian akibat buruknya layanan penurunan angka stunting.

“Pemda Tana Toraja sempat jadi topik pembicaraan dalam rapat Kementrian Kesehatan. Sebagai orang Toraja, benar-benar malu,’’ ujar dr. Mallisa.

Oleh karena itu, dr. Mallisa berharap agar sistem pelayanan kesehatan di Tana Toraja menjadi PR pemerintah. Dia adalah staf khusus Presiden RI yang membidangi 8 urusan tertentu dalam pemerintahan, termasuk bidang kesehatan.

Diketahui, berdasarkan data pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, anggaran penanganan stunting di Kabupaten Tana Toraja tahun 2023  sebesar Rp 27 milliar, namun tidak berdampak signifikan terhadap penurunan stunting di  Tana Toraja. (*/gis)