Utama  

VDB – dr. Zadrak Saling Serang di Debat Pilkada 2024 Soal Kepemilikan Villa – Profesi Dokter

Tana Toraja- Rabu, 7 November 2024, KPU menyelenggarakan debat publik antara kedua pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Tana Toraja nomor urut 1, dr. Zadrak Tombeg – Erianto Laso’ Paundanan  (Zatria) VS nomor urut 2, Victor Datuan Batara – John Diplomasi (VISI).

Saling sindir antara calon Bupati Victor Datuan Batara (VDB) dengan dr. Zadrak Tombeg mewarnai jalannya debat. Dalam sesi tanya jawab, dr. Zadrak Tombeg mengajukan pertanyaan kepada pasangan calon nomor urut 2. Pertanyaan ini menyinggung soal kepemilikan Villa Victor Datuan Batara yang ada di Buntu Kurin Mengkendek.

“Yang saya ingin tanyakan, pemanfaatan hutan sosial yang dikeluarkan Kementrian kehutanan saat ini. Karena hutan sosial ini merupakan bagian kebijakan pemerintah pusat untuk kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Bukan perseorangan,” tanya dr. Zadrak.

“Baik, saya kira ada fungsi hutan di Tana Toraja. Yang pertama adalah Hutan Lindung, yang kedua hutan produksi terbatas dan hutan Hak Ulayat…, Tapi saya tahu, arah pembicaraan dari paslon nomor 1 adalah soal keberadaan atau soal tempat tinggal saya yang ada di mengkendek. Perlu ditahu, agar kita tahu semua ini, bahwa (villa itu) sudah ada putusan Mahkama Agung yang memenangkan posisi hak ulayat mengembalikan kepada pemilik yang sesunggunya, dan saya bagian pemilik tempat tinggal yang saya tempati sampai hari ini,’’ jawab VDB.

Kemudian, VDB (paslon nomor 2) mengajukan pertanyaan kepada paslon nomor urut 1. Pertanyaan VDB soal profesi Zadrak Tombeg sebagai dokter, dan sebagai wakil Bupati. Ia katakan, dr.Zadrak sebagai pemimpin harus fokus memikirkan jalannya roda pemerintahan demi kemakmuran masyarakat. Bukan malah disibukkan dengan profesinya sebagai dokter (buka praktek).

“Ini pertanyaan yang sangat simple, tapi menarik. Yang terjadi sekarang ini, dan ini bukan hoax, ini suatu fakta. Ketika kita sebagai seorang pemimpin (harusnya) memberikan contoh, dari jam 8 mestinya kita sudah di kantor. Bukan membuka usaha-usaha (praktek) lain. Seperti yang dilakukan oleh dokter (dr. Zadrak Tombeg) selama ini,.’’ tanya VDB.

“Sebenarnya pertanyaan ini, saya tunggu-tunggu abang. Perlu kita ketahui bersama, seorang dokter itu, harus mempunyai keputusan yang cepat, tepat dan bermanfaat untuk masyarakat. Dan itu yang saya lakukan selama ini. Yang berikut, jangan kita diatur waktu Pak. Kita dianugerahi Tuhan. Waktu itu adalah anugerah Tuhan. Bukan kita yang diatur Tuhan…,’’ jawab dr. Zadrak.

Selanjutnya ditanggapi lagi oleh VDB. “ Memang betul, kita harus membedakan kapasitas kita sebagai dokter dengan seorang pemimpin daerah. Ini yang tidak bisa dibedakan oleh paslon nomor 1 (dr. Zadrak) dalam jabatannya…’’ kata VDB. (Mas/gis)