10 Indikator Alasan Memilih Welem Sambolangi’ ke Senayan

Welem Sambolangi, SE.

TANA TORAJA, Welem Sambolangi, SE. Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Selatan III memiliki kapabilitas yang tidak semua caleg pusat punyai. Secara demografi Welem Sambolangi yang lahir tahun 1976. Pada masa itu, tercatat pertama kali masuk anggota DPRD, dan pada tahun 2004, saat itu usianya masih 28 tahun.

Pada usia itu, ia menjadi Ketua DPRD, dan dipercaya sebagai ketua DPD II Partai Golkar di usia 33 tahun. Masa itu, Welem sebagai ketua termuda dalam legislatif Tana Toraja.

Sebagai Ketua DPRD Tana Toraja saat ini, Welem dinilai sukses mengakomodir berbagai permasalahan di masyarakat. Lima belas tahun menjabat Ketua DPRD, menjadikan Welem sangat peka dengan kondisi, ruang lingkup masalah, dan keberagaman masyarakat Tana Toraja.

Salah satu aspek yang menonjol dari Pemimpin Muda ini adalah hubungan sosio-emosional yang kuat dengan masyarakat dari berbagai unsur dan lapisan. Hal itu tidak dapat dipungkiri, seperti diakui oleh berbagai kalangan, yang menerangkan bahwa Welem Sambolangi adalah aset Tana Toraja yang layak diperjuangkan hingga duduk di Senayan.

Ketika masuk dalam lapisan Generasi Z (generasi yang lahir era 1997 – 2012) dan Generasi Milenial atau Gen. Y (Generasi yang lahir era 1981 – 1996) Welem tercatat memiliki hubungan yang intens dengan mereka. Hal itu dibuktikan dengan didaulatnya Welem Sambolangi sebagai Ketua Karang Taruna Tana Toraja Masa Bakti 2022 – 2027. Bahkan saat pelantikan Pengurus KNPI Tana Toraja tahun 2022, Welem pun menyediakan gedung DPRD Tana Toraja untuk para pemuda sebagai bukti Welem adalah mentor sekaligus pengayom bagi para pemuda untuk berkarya.

Dinilai dari berbagai aspek, Welem Sambolangi mampu memenuhi harapan berbagai lapisan generasi, terkhusus Generasi Y dan Z dalam 10 indikator penting yang wajib diketahui oleh masyarakat Tana Toraja dan masyarakat pemilih di Dapil III yaitu:

1) Integritas dan Etika

Welem memiliki integritas dan etika kepemimpinan yang tidak perlu diragukan lagi. Integritasnya dibuktikan dengan mengawal berbagai permasalahan yang ditemukannya di lapangan seperti pendampingannya terhadap guru honorer hingga hak mereka terpenuhi, Welem menjadi yang terdepan menerima aspirasi pemuda saat melakukan aksi demo, sedangkan dalam beretika Welem menghargai semua Caleg lokal dan pusat dari semua partai dalam berkompetisi.

2) Komitmen pada Isu Lingkungan

Saat berdiskusi dengan perwakilan pemuda, peneliti, dan perwakilan masyarakat desa/lembang, Welem menyampaikan Isu-isu lingkungan seperti perubahan iklim yang akhir-akhir ini berdampak pada kemarau panjang harus disikapi dengan bijak dan profesional dalam penanganan masalah air bersih dan pencegahan keterlangkaan air pada direktur PDAM dua bulan lalu.

Dia juga berbicara tentang pengelolaan sampah misalnya sampah non organik dapat dikelola menjadi sumber energi seperti yang dilakukan Mas Gibran di Solo, sedangkan sampah organik dapat dipilah dan dilakukan pembiasaan di sekolah-sekolah agar dapat dimanfaatkan sebagai pupuk.

Welem lebih jauh bercerita tentang cara-cara efektif yang akan dilakukannya saat bermitra dengan eksekutif dalam hal pengurangan emisi karbon, penggunaan energi terbarukan, dan pelestarian ekosistem daerah hijau.

3) Kesejahteraan dan Keadilan Sosial

Welem bukan tipe pemimpin yang hanya duduk di balik meja. Welem memahami layanan kesehatan berkualitas, pendidikan yang terjangkau dan berkualitas, serta lapangan pekerjaan yang layak menjadi tanggung jawab bersama dengan pihak eksekutif nantinya. Dia memiliki komitmen untuk meningkatkan akses dan kualitas dalam mengatasi kesenjangan sosial, termasuk kesehatan mental, pekerjaan dalam ekonomi digital, dan mobilitas sosial.

Selain itu jika diminta Welem Sambolangi siap untuk mempromosikan kebijakan-kebijakan progresif yang mendukung keadilan sosial yang lebih inklusif dan merata. Keadilan sosial adalah salah satu poin utama yang memengaruhi pemilihan calon legislatif bagi generasi Y dan Z yang peduli pada hak-hak individu dan upaya menuju masyarakat yang lebih beragam dan adil.

4) Keterbukaan Komunikasi

Welem menyadari era digital yang bertumbuh pesat dua tahun terakhir dan pengguna terbesarnya adalah generasi Y dan Z. Welem memberi ruang positif terhadap pemuda dan masyarakat yang akan mengembangkan minat dan bakat melalui platform sosial media.

Menurutnya fakta dan data adalah hal yang tidak dapat disembunyikan dari masyarakat, terlebih pemuda. Karena itu Welem menyediakan ruang khusus untuk berdialog secara terbuka dan konstruktif dengan pemuda tentang pencapaian maupun kolaborasi yang diharapkan oleh pemuda agar pemerintah melalui DPRD memposisikan pemuda sebagai mitra strategisnya.

5) Mendukung Teknologi

Welem memahami perkembangan dan adopsi kecerdasan buatan yang sudah ada di Toraja, teknologi informasi, ancaman otomatisasi, robotik, keuangan modern, hingga layanan publik berbasis aplikasi. Ia menyikapi perubahan itu sebagai tantangan masyarakat baru dan pemuda harus disiapkan sejak dini untuk tidak jadi penonton namun sebagai penggerak.

Welem mengingatkan pemuda agar memiliki wawasan yang mendalam dan kompleks agar dampak teknologi pada lapangan pekerjaan tidak harus ditakuti namun dimaknai sebagai tantangan untuk berubah ke arah positif.

6) Transparansi Keuangan

Isu korupsi dan pencucian uang adalah permasalahan kebangsaan yang umumnya sulit diberantas. Welem memiliki rekam jejak yang patut dicontohi. Welem diketahui tidak memiliki rumah pribadi selama menjabat anggota dan ketua DPRD Tana Toraja.

Masyarakat bahkan dapat mengakses Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) Welem Sambolangi melalui laman https://elhkpn.kpk.go.id/. Transparansi keuangan bagi seorang Caleg DPR RI adalah momen utama untuk membelajarkan kepada publik bahwa Caleg yang tidak bermain money politik tidak akan memiliki beban saat duduk di Senayan, dan dengan begitu dia dengan leluasa akan berkonstribusi penuh bagi kepentingan orang banyak, bukan hitung-hitungan untuk mengembalikan modal yang habis dibagi untuk membeli suara.

7) Rekam Jejak Legislasi

Welem menyadari Generasi Z mungkin akan melakukan penelitian untuk melihat sejauh mana calon-calon saat ini telah memberikan kontribusi konkret dalam pembuatan undang-undang dan kebijakan selama masa jabatan mereka. Mereka ingin memahami bagaimana calon-calon tersebut telah berperan dalam perubahan yang diinginkan oleh pemilih.

Calon dengan rekam jejak legislasi yang kuat, termasuk pengusulan undang-undang yang progresif dan dukungan pada kebijakan yang sesuai dengan nilai-nilai mereka, akan lebih menarik bagi generasi Z, dan itu dirasakan sendiri oleh Welem saat berdialog dengan mereka. Dua puluh tahun di Parlemen Tana Toraja, Welem sudah berbuat banyak dalam menghasilkan perda, kebijakan, hingga mendorong eksekutif untuk memaksimalkan pembangunan.

8) Pendorong Partisipasi Masyarakat

Welem adalah tokoh yang selalu mengkampanyekan agar masyarakat betul-betul memilih calon pemimpin dan wakil rakyat dengan hati nurani. Dirinya kerap kali mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses politik, agar masyarakat terutama generasi muda tidak vakum, tidak mudah dibodohi, hingga melahirkan pemimpin muda seperti dirinya pada zamannya.

Welem tahu masyarakat pemilih cerdas menunggu komitmen untuk mendengarkan dan mewakili aspirasi mereka dengan sebaik-baiknya. Karena itu Welem datang secara langsung menghadiri pertemuan warga, dan mendengarkan masukan dari berbagai lapisan masyarakat, bahkan jika ada masyarakat yang mau berdialog dengan dirinya jangan sungkan-sungkan untuk menghubunginya via telepon.

9) Kemampuan untuk Merangkul Perbedaan

Hampir semua golongan mengenal dan pernah berkomunikasi dengan Welem Sambolangi. Tokoh dan masyarakat 3 agama di Toraja: Muslim, Kristen, dan Katolik, dan tokoh serta keluarga besar Jawa, Bugis Makassar, NTT, dan suku-suku lainnya adalah bagian dari spirit Welem melihat perbedaan.

Welem menyadari bahwa Generasi Z cenderung cinta perdamaian dan inklusivitas, dan mereka mencari pemimpin yang memiliki kemampuan untuk merangkul perbedaan dalam pandangan politik, budaya, agama, serta latar belakang sosial dan ekonomi. Sekali lagi Welem berada di seluruh lapisan masyarakat selama 20 tahun terakhir.

Dialog kepemudaan menginginkan pemimpin yang mampu mempromosikan dialog dan kolaborasi antara berbagai kelompok dalam masyarakat. Kemampuan untuk menciptakan ruang untuk perdebatan yang konstruktif dan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak adalah aspek penting yang akan dinilai oleh generasi Z.

10) Visioner Melihat Perkembangan dan Perubahan Daerah di Masa Depan

Jika ada yang mengatakan Welem tidak visioner maka hal tersebut dapat dipatahkan dengan fakta bahwa selama 3 periode berturut-turut menjabat ketua DPRD Welem selalu mendorong pihak pemerintah Tana Toraja lebih komprehensif dan tepat sasaran dalam membangun.

Dorongan dan berbagai masukan yang diberikan Welem adalah bagian dari visinya melihat kemajuan Tana Toraja di masa depan. Kini dengan semua aspek yang berkembang dan dengan lompatan berpikir Generasi Z maka Welem sudah menyiapkan diri di Level Nasional untuk membuat perbaikan-perbaikan di Dapil III sebagai wujud dari apa yang dikatakannya sebagai “Berkolaborasi menuju Indonesia Maju dimulai dari diri sendiri”.

Welem Sambolangi telah memenuhi 10 indikator kepemimpinan di masa depan, dan menjadi PR baginya saat ini adalah pertarungan massif di Dapil III yang harus dimenangkannya bukan pula pekerjaan mudah. Welem butuh sinergitas dan dukungan relawan yang memiliki harapan yang sama dengannya.

Harapan milenial yang tertangkap dalam berbagai percakapan singkat menginginkan figur Welem Sambolangi dapat duduk di senayan selepas pemilihan serentak 14 Februari 2024. Untuk diketahui oleh segenap pembaca Dapil III meliputi Tana Toraja, Toraja Utara, Pinrang, Sidrap, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo.

Penulis: WSARMY_Hokage
Editor: Gis