Utama  

Mobil Wartawan Dirusak, Pimpinan Pedoman Media: Amankan CCTV di Kantor PDAM Tator

Gusti Palumpun

Tana Toraja-Dugaan pengrusakan mobil seorang wartawan Pedoman Media atas nama Andarias Padaunan membuat pimpinannya Gusti Palumpun geram.

Gusti meminta polisi profesional dalam penanganan perkara tersebut.

“Saya selaku pimpinannya, meminta kepada polisi agar menindaklanjuti laporan Andarias secara profesional. Amankan CCTV di Kantor PDAM Tana Toraja,” kata Gusti kepada Airterkini.com via handphone Sabtu (16/12/2023).

“Ini bagian memberikan efek jera kepada pelaku, supaya kedepan tidak terjadi lagi tindak kekerasan terhadap wartawan, khususnya di TorajaToraja,” ujarnya.

Dia menambahkan, kepolisian harus memahami bahwa profesi wartawan itu mulia yang harus dilindungi.

“Saya kira kan Pak Kapolres juga menganggap bahwa profesi jurnalis itu mulia. Tunjukkan ya – tunjukan ya… Bayangkan, kalau di negara ini tidak ada lagi orang mau jadi wartawan,” tutur Gusti.

Diketahui, peristiwa pengrusakan mobil wartawan di Kantor PDAM Kabupaten Tana Toraja, Burake, Makale pada Jumat (15/12) pagi.

Dalam laporan Polisi, Andarias melaporkan Direktur PDAM, dan beberapa orang yang diduga telah melakukan pengrusakan mobilnya.

Tak hanya, berdasarkan pengakuan Andarias kepada Airterkini.com, ia juga mendapatkan tindakan intimidasi dan pengancaman.

Adapun kronologi peristiwa tersebut. Awalnya, Andarias telah mengatur waktu bahkan telah janjian dengan Frans Manggoali dengan tujuan wawancara terkait pendapatan PDAM Tana Toraja TA 2023.

“Tadi malam saya dengan beliau (Frans Mangguali) chatingan via WA. Saya wawancara soal pendapatan PDAM. Tapi dia meminta saya ke kantornya. Katanya kalau lewat WA kurang bagus. Bagusnya ke kantor saja supaya datanya lebih lengkap,” ujar Andarias menirukan Frans.

Atas permintaan Frans Manggoali, wawancara pun berlangsung di kantor PDAM Makale.

“Tiba di Kantor PDAM, saya diminta Frans duduk sambil cerita,”kata Andarias.

“Saat wawancara mulai berjalan, Frans bilang ke saya, apa kapasitasmu mau tahu soal itu (pendapatan PDAM Tator TA 2023). Saya tidak mau kasih datanya. Kenapa!,” ungkap Andarias sambil menirukan gaya Frans saat mulai emosi diwawancarai.

Selanjutnya Frans berdiri dan menghampiri Andarias. Lalu ia mendorong Andarias sembari melontarkan kata-kata kasar.

“Dia mendorong saya beberapa kali kemudian saya tanya pak direktur sabar ki pak. Namun beliau tetap emosi. Bahkan dia sudah lontarkan kata-kata kotor. Tapi saya tetap berusaha tenang,” ucapnya.

Kemudian datang salah satu stafnya. Ia menyuruh Andarias segera pulang.

“Dia pakai bahasa Toraja dengan saya. Dia bilang, Andarias sule miko (pulang saja) kemudian saya pulang. Namun pak direktur tetap emosi dan mengikuti saya sampai di mobil. Ia mendorong saya berulang kali sampai di mobil,” kata Andarias.

Saat itu beberapa pegawai PDAM datang mengurung mobil Andarias. Ada beberapa orang yang berteriak ‘bunuh saja’.

“Mereka teriak dengan bahasa Toraja patei tu (bunuh itu) sambil memukul mobil saya dan mau membuka paksa pintu mobil saya. Tapi saya sudah kunci dari dalam. Mereka memburu saya sampai keluar dari kantor PDAM,” jelasnya.

Dikonfirmasi, Frans tak mengakui dirinya telah melakukan intimidasi, apalagi sampai melakukan pengancaman.

“Tidak ada insiden. Apa yang disampaikan Andarias (pelapor) sangat berbeda sekali dengan kejadian yang sebenarnya,” kata Frans dilansir dari Tribun Toraja Jumat (15/12/2023) sore. (*/gis)