Toraja Utara– Penyidik Unit II Tipiter Sat Reskrim Polres Toraja Utara, Briptu Muh. Rizal Maulana W, S.H mengatakan, pihaknya mulai melakukan penyelidikan yakni memeriksa saksi -saksi, memeriksa terlapor dan mencari alat bukti lainnya guna proses hukum lebih lannjut.
Hal ini dikatakan Briptu Maulana usai memeriksa Pimpinan Redaksi Airterkini.com, Gista Sara’ Siang S.E selaku korban dalam kasus dugaan pengancaman yang dilakukan oleh seorang anggota DPRD Toraja Utara, Yopi Rante Maliku atau terlapor.

“Proses penyelidikan sudah mulai kami lakukan yaitu periksa saksi-saksi, saksi terlapor dan alat bukti lainnnya guna proses hukum lebih lanjut,’’ kata Briptu Maulana di ruang Kerjanya, Jumat, 11 April 2025.
Sementara, Pimpinan Redaklsi Airterkini.com selaku pelapor mengaku diperiksa polisi selama 3 jam dan mendapat16 pertanyaan dari penyidik.
“Hari ini saya diperiksi penyidik Tipiter di lantai 2 polres Toraja Utara. Saya diperiksa selama 3 jam dan mendapat 16 pertanyaan dari penyidik,’’ ungkap Pimpinan Redaksi Airterkini.com usai keluar dari ruang pemeriksaan.
Dikatakannya, dirinya juga telah menerima surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari pennyidik dengan nomor : B/149/IV/Res.1.14/2025/ Reskrim
Adapun kronologi kasus tersebut yakni pada 20 Maret 2025, pukul 18.32 WITA, Pimpinan Redaksi Airterkini.com mendapat telepon dengan nada pengancaman dari Yopi Rante Maliku dengan durasi 58 detik.
“Saat kejadian, saya bersama keluarga dan bersama teman di teras rumah. Masuklah telepon Yopi dengan kata-kata kasar dan pengancaman karena dikira saya yang kirim fotonya bersama anggota DPRD Torut lainnya saat kunjungan kerja di PLTA Ma’dong,’’ ungkap Pimred Airterkini, Selasa 25 Maret 2025.
“Singkat cerita, Yopi terkesan terburu-buru mematikan telepon. Saya telepon balik Yopi sebanyak tiga kali, namun Yopi tidak meresponnya lagi. Akhirnya, saya bangun percakapan melalui pesan singkat Whatsapp. Yopi meresponnya, dia bilang, kamu yang kirim fotoku di Ma’dong (PLTA Ma’dong),’’ kata Yopi saat itu.
“Saya tidak tahu tentang foto itu. Itu urusan kalian di internal para dewan. Kenapa saya yang diancam kayak gitu?,’’ jawab Pimred Airterkini.
“Trus kenapa kamu bagikan,’’ kata Yopi.
“Intinya, saya tidak tau tentang foto itu,’’ jawab Pimred Airterkini.
Diketahui, Yopi sempat singung nama sesama anggota DPRD Torut, yakni Cuplis.
“Tapi menurut Cuplis kau yang kirim foto. Baca baik-baik (screenshot yang dikirimkan),’’ ungkap Yopi.
Pimred Airterkini kembali mempertegas, bahwa foto yang beredar di kalangan anggota DPRD Toraja Utara, dirinya tak tahu menahu.
Ditelusuri wartawan, sebelum peristiwa dugaan pengancaman terjadi, ternyata ada permasalahan diantara sejumlah anggota DPRD Torut terkait kunjungan ke Perusahaan PLTA Ma’dong. (*)












