Jalani Sanksi Akibat Kasus Keracunan, SPPG Batupapan 1 Buka Diri untuk Evaluasi Mendalam

TANA TORAJA Air-terkini.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makale Batupapan 1 menyatakan komitmennya untuk bersikap kooperatif dan membuka diri terhadap evaluasi menyeluruh. Langkah ini diambil setelah menerima sanksi pemberhentian operasional sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) imbas insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Tana Toraja.

Perwakilan dari Yayasan Champaca Virginiana selaku mitra pengelola SPPG Batupapan 1, Louice Cristiana Mangontan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berdiam diri selama masa pembekuan operasional tersebut. Salah satu langkah strategis yang kini tengah disjalankan adalah memperketat dan meningkatkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat guna melakukan evaluasi mandiri secara mendalam terhadap seluruh alur pemenuhan gizi di dapur mereka.

Sebagai bentuk transparansi kepada publik serta memperluas proses Evaluasi mereka mewakili pihak SPPG Louice Cristiana Mangontan juga menggelar pertemuan tatap muka secara langsung dengan sejumlah jurnalis. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menampung masukan serta saran dari para pekerja pers guna memaksimalkan sistem mitigasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Di hadapan awak media, momen ini juga dimanfaatkan langsung oleh Louice Cristiana Mangontan untuk menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, khususnya kepada para siswa serta orang tua murid yang terdampak langsung oleh insiden ini.

Selain meminta maaf atas terjadinya kasus keracunan, ia turut memberikan klarifikasi dan meluruskan terkait sebuah frasa penjelasan dari dirinya yang sempat viral dan memicu kekecewaan di tengah masyarakat belakangan ini.

“Sebenarnya makna dari kalimat yang saya sampaikan tidak seperti yang tertangkap oleh masyarakat. Namun, karena hal ini sudah terlanjur viral dan membuat banyak pihak kecewa, dari lubuk hati yang terdalam saya memohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya sembari meluruskan bahwa substansi asli dari pernyataan yang sempat viral tersebut adalah bentuk penegasan bahwa selaku penyelenggara, mereka selalu berupaya menjaga kualitas dan tidak mungkin menyajikan makanan yang tidak layak atau basi kepada para siswa.

Mengenai insiden keracunan yang telah terjadi, Louice Cristiana Mangontan menegaskan bahwa sebagai pihak yang bermitra dengan BGN untuk menjalankan program nasional strategis ini, mereka akan selalu patuh terhadap apa pun keputusan akhir yang ditetapkan oleh BGN.Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa di sela-sela proses evaluasi internal ini, pihak yayasan juga bergerak aktif di sisi hulu.

Disampaikan juga bahwa saat ini pihak SPPG tengah memaksimalkan koordinasi dengan seluruh jaringan pemasok (supplier) bahan baku guna mengaudit ulang kualitas serta memastikan keamanan pangan sejak pertama kali diterima di dapur produksi.

Melalui evaluasi total bersama otoritas kesehatan, rantai pasok bahan baku, serta masukan dari publik, SPPG Batupapan 1 berharap dapat membenahi standar operasional prosedur (SOP) sanitasi serta higienitas secara menyeluruh apabila nantinya mereka masih diberi kesempatan untuk kembali melayani program pemenuhan gizi bagi para siswa. * Tete *